Wahai sahabat, dengarlah curahan hatiku ini,
Aku
jenuh, benar benar jenuh melihat kondisi teman temanku generasi muda
yang menghancurkan dirinya sendiri, terkubur dalam dasar lubang seks
bebas. Ingin rasanya ku tutup mata ini agar ku tak bisa melihatnya lagi.
Telah kututup mata ini, namun telinga ini masih saja mendengar berita
yang sama. Akhirnya kututup mata dan telingaku, namun tetap saja,
ternyata hatiku tak kuasa untuk mendiamkannya. Hati ini ingin mereka
sadar akan berharganya diri mereka. Kasihan sekali mereka.
Sampai
kutemui fakta fakta disekitarku, moral remaja begitu rusak. Seks bebas
telah mewarnai di setiap sudut negara, setiap kota di negaraku. Jogjapun
tak luput dari fenomena ini. Kota tempatku dilahirkan, kota tempatku
dibesarkan, kota tempatku menuntut ilmu. Kota yang ku idam idamkan
menjadi kota yang islami, kota yang menjadi titik tolak perjuangan
islam, kota yang mampu mencetak intelektual muslim, kota yang mampu
melahirkan para mujahid mujahidah. Ternyata itu hanya angan anganku
saja. Semuanya jauh dari realita yang ada. Ternyata kota dambaanku ini
menyimpan sejuta misteri. Dibalik kota pelajar dan kota budaya (ya
begitulah konon orang orang menyebutnya) ternyata kota ini juga kota PSK
(mohon maaf) Dan mengapa pelaku seks bebas mayoritas adalah PELAJAR dan
MAHASISWA.
Valentine dianggap sebagai ‘hari raya’nya. Seolah olah
negeri ini lebih banyak diisi perzinahan, pelacuran, kehamilan di luar
nikah, aborsi, adiksi video porno, PMS dan HIV/AIDS. Na’udzubillah...
Ingatlah Rasullullah bersabda,
“Jika
telah merajalela zina dan riba di suatu negeri, maka sungguh mereka
telah menghalalkan diri mereka untuk menerima azab Allah”(HR Al Hakim dalam al Mustadrak,II/37)
Apakah
mereka lupa akan agamanya?? Tak sadarkah jika mereka punya ISLAM?? Aku
harus menolong mereka, tapi apa yang harus aku lakukan? Ada yang mau
berbagi solusi denganku? Atau kalian juga mempunyai perasaan yang sama
denganku??
Kita bisa menolong mereka. Ayolah kawan. Janganlah jadi
orang yang cuek, mereka butuh kita. Jika engkau tak pernah sedikitpun
merasakan apa yang sekarang ini kurasakan. Cobalah menjadi orang yang
lebih peka, peduli terhadap kondisi umat. Jangan pernah mengaku menjadi
umat Muslim jika engkau tak pernah peduli dengan kondisi ini. Jika yang
ada dalam pikiranmu hanyalah berfoya-foya, mencari kesenangan semata,
mengejar prestasi dan prestasi saja, pragmatis, egois, apatis, apolitis,
atau malah autis, terkungkung dalam masalah masalah individual saja,
sibuk dengan masalah pribadinya. Berusaha menjadi aktivis hanya untuk
sekedar eksis, biar organisasinya dikenal banyak orang, tak pernah siqoh
dalam perjuangan untuk umat, apalagi ikhlas jika orientasinya hanyalah
dunia, gerak menjadi pragmatis, hanya punya solusi parsial, tak bisa
memberikan solusi untuk umat. Sungguh saya sakit melihat kondisi teman
teman yang seperti ini. Apalagi jika terlontar sebuah kalimat “ah itukan
mereka, yang penting kita tidak ikut ikutan”. Sungguh ketika kalimat
senada masuk ke dalam telingaku ingin aku rasanya marah, ingin aku
rasanya menangis. Tapi aku harus kembali sadar dengan hanya marah, sedih
dan menangis tidak pernah akan menyelesaikan masalah.
“Siapa
saja bangun dipagi hari dan perhatiannya kepada selain Allah, maka ia
tidak berurusan dengan Allah. Dan barangsiapa yang bangun dan tidak
memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan kaum
muslimin” (HR Hakim dam Al Khatib dari Hudzaifah)
Mamang
benar, umat muslim seperti buih dilautan, jumlahnya banyak namun mudah
diombang ambing. Ya itulah penyakit kaum muslim jaman sekarang, cinta
dunia, dan takut mati. But, Open your eyes friends, akankah kita akan
ikut ikutan seperti itu. ISLAM terlalu indah untuk tidak diperjuangkan,
terlalu sempurna untuk tidak kita jadikan pedoman dan ideologi kita,
terlalu mulia untuk tidak kita tegakkan di bumi Allah ini. Hidup ini
memeng penuh dengan perjuangan dan perjuangan ini adalah perjuangan
untuk membangkitkan kondisi umat yang ada.
Maka mengapa engkau
masih berdiam diri?? Kita harus bergerak, membangkitkan umat dengan
ISLAM. Mencerdaskan dengan ISLAM, karena hanya dengan mengenal ISLAMlah
umat akan bangkit dan mampu menciptakan sistem ISLAM yang kaffah. Yang
tidak hanya menjadikan ISLAM setengah setengah. Tapi jadikanlah ISLAM
itu sebagai sebuah MABDA’ atau ideologi kita, yang mampu menjawab semua
permasalahan umat yang ada. Baik masalah manusia dengan dirinya sendiri,
manusia dengan Allah (ibadah) maupun masalah manusia dengan sesamanya
(muamalah).
Kita adalah pengemban dakwah yang siap untuk
mempersembahkan syariah bagi peradaban. Sebagai seorang pembebas,
sebagai cahaya. Kitalah hamba Allah yang akan berada di garda terdepan
untuk mengantarkan umat kembali ke kemuliaan ISLAM. Karena kita
bersahabat, kita bersaudara, kita saling menyayangi. Sungguh indahnya
ukhuwah islamiyah yang akan menjadi kekuatan kita untuk terus berjuang.
Never say never untuk perjuangan ini.(
asti)