Continue reading maaf
Tampilkan postingan dengan label lirik lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lirik lagu. Tampilkan semua postingan
23 Maret 2012
03 September 2011
curhatku setelah kecelakaan dalam rangka jadi relawan di merapi
Curhatan dari admin sekolah pintar merapi(purwanto)
tagal 24 juni 2011 kecelakaan di bawah bale desa umbulharjo. kecelakaan
tunggal karna terlalu lelah. motor sih tidak apa-apa, tapi naas bagiku..
sejak kecelakaan sampai tgl13 juli(seminggu dirumah) walau fisik hanya
berbekas jahitan 7di bibir atas, tetapi ingatan dan kesadaran pikiiranku
hilang, saat ini saja aku tak ingat masa sma ku, kata orang tuaku aku
baru sadar 3 hari setelah kecelakaan, dan terus berontak sampai aku
harus diikat kuat-kuat di ranjang, 4x ku mencabut jarum infus dll.
alhamdulillah sekarang aku sudah pulih secara fisik dan ingatanku
tentang kuliah dan merapi alhamdulillah tak hilang, maaf adik-adik
merapi, kakak tidak bisa mengajari kalian tpa dan bimbel. karna kakak
masih punya tugas kuliah untuk pkl d wonogiri sampai sebelum lebaran.
jadi kakak baru bisa belajardengan kalian setelah lebaran.
by:purwanto pj shelter jenggala from sekolahpintarmerap
22 September 2010
Gerimis Mengundang
Kusangkakan panas berpanjangan
Rupanya gerimis, rupanya gerimis mengundang
Dalam tak sedar ku kebasahan
Pernah juga kau pinta perpisahan
Aku sangkakan itu hanyalah gurauan
Nyata kau serius dalam senyuman
( korus )
Bukan sekejap denganmu
Bukan mainan hasratku
Engkau pun tahu niatku
Tulus dan suci
Senang benar kau ucapkan
Kau anggap itu suratan
Sikit pun riak wajahmu
Tiada terkilan
Hanya aku separuh nyawa
Menahan sebak di dada
Sedangkan kau bersahaja
Berlalu tanpa kata
Terasa diri amat terhina kau lakukan
Terasa diri amat terhina kau lakukan
( ulang dari korus )
Sia-sia kukorban selama ini
Jika kasihku, jika hatiku
Kau guris oh oh oh...
Dalam tak sedar ku menangis
Rupanya gerimis, rupanya gerimis mengundang
Dalam tak sedar ku kebasahan
Pernah juga kau pinta perpisahan
Aku sangkakan itu hanyalah gurauan
Nyata kau serius dalam senyuman
( korus )
Bukan sekejap denganmu
Bukan mainan hasratku
Engkau pun tahu niatku
Tulus dan suci
Senang benar kau ucapkan
Kau anggap itu suratan
Sikit pun riak wajahmu
Tiada terkilan
Hanya aku separuh nyawa
Menahan sebak di dada
Sedangkan kau bersahaja
Berlalu tanpa kata
Terasa diri amat terhina kau lakukan
Terasa diri amat terhina kau lakukan
( ulang dari korus )
Sia-sia kukorban selama ini
Jika kasihku, jika hatiku
Kau guris oh oh oh...
Dalam tak sedar ku menangis
slam
Rindu Serindu Rindunya
Berikanlah jawapan
Huraikanlah simpulan
Biar tenang jiwaku
Setelah kasih lama berlalu
Tidak mungkin kulupa
Perjanjian kita
Di bawah rumpun bambu
Di kala bulan sedang beradu oh..oh..
Mengapa terjadi perpisahan ini
Di kala asmara melebar sayapnya
Mengapa kau pergi di saat begini
Di kala hatiku terlukis namamu
Kalau memang tiada jodoh
Apa lagi nak ku heboh
Aku malu pada teman
Pada semua
( korus )
Rindu ... rindu serindu rindunya
Namun engkau tak mengerti oh...oh
Pilu ... pilu sepilu pilunya
Namun engkau tak perduli
Malu ... semalu malunya
Namun apa daya orang tak sudi
Mahu ... semahu mahunya
Namun apa daya orang dah benci
Berikanlah jawapan
Huraikanlah simpulan
Biar tenang jiwaku
Aku malu
Huraikanlah simpulan
Biar tenang jiwaku
Setelah kasih lama berlalu
Tidak mungkin kulupa
Perjanjian kita
Di bawah rumpun bambu
Di kala bulan sedang beradu oh..oh..
Mengapa terjadi perpisahan ini
Di kala asmara melebar sayapnya
Mengapa kau pergi di saat begini
Di kala hatiku terlukis namamu
Kalau memang tiada jodoh
Apa lagi nak ku heboh
Aku malu pada teman
Pada semua
( korus )
Rindu ... rindu serindu rindunya
Namun engkau tak mengerti oh...oh
Pilu ... pilu sepilu pilunya
Namun engkau tak perduli
Malu ... semalu malunya
Namun apa daya orang tak sudi
Mahu ... semahu mahunya
Namun apa daya orang dah benci
Berikanlah jawapan
Huraikanlah simpulan
Biar tenang jiwaku
Aku malu



