11 Maret 2012

METODE PENELITIAN


A.    PENGERTIAN
1). METODE
·         Cara kerja
·         Cara yang teratur dan sistematis untuk pelaksanaan sesuatu

2). PENELITIAN
Proses menemukan kebenaran (jawaban)dari rumusan masalah dengan menggunakan metode ilmiah (sistematis, logis dan dapat dipertanggungjawabkan).

B.     REFERENSI
1. Sugiono. Metode Penelitian, Pendekatan Kuantitatif Kualitatif R&D. Bandung : Alfabeta 2009.
2. Suwito Ns. Eko Sufisme. Yogyakarta : STAIN Press. 2011
3. Suwito Ns. Transformasi Sosial, Kajian Epistemologis Pemikiran Ali Sariati. Yogyakarta : Stain Purwokerto press Unggul Religi. 2004.

C.     RUKUN PENELITIAN
a.      Masalah
Yaitu adanya kesenjangan antara harapan yang seharusnya/idealnya (das solen) dengan kenyataan/realitas (das sain).
Contohnya :
1.      Seharusnya, semua alumni prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) menguasai materi bahasa Arab dengan baik, namun pada kenyataannya ada beberapa alumni yang tidak menguasai materi.
2.      Seharusnya alumni STAIN bisa Baca Tulis Al Qur’an (BTA), ternyata 50% ada yang tidak bisa
3.      Seharusnya alumni MTs memiliki kemampuan Bahasa Arab yang lebih mumpuni, ternyata sama saja dengan alumni sekolah menengah lainnya.
4.      Seharusnya mahasiswa Prodi Bahasa Arab (PBA) bisa menggunakan bahasa Arab dengan benar, namun tidak semua mahasiswa bisa.
5.      Seharusnya alumni PBA mengajar bahasa Arab, tapi pada kenyataannya beberapa dari mereka ada yang mengajar mata pelajaran lain.

b.      Rumusan Masalah
Ø  Rumusan masalah bentuknya pertanyaan untuk memandu dalam pembuatan judul.
Ø  Rumusan masalah itu menggunakan 5W (What, Why, Who, Where, When)  + 1H (How).
Ø  Rumusan masalah sebagai penentu : Judul, Variabel dan Referensi yang dipakai, missal :
a.      Judul
“Pengaruh Kompetensi Mengajar Guru Bahasa Arab Dengan Metode Pembelajarannya di SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga”
b.      Variable
Kompetensi, guru, pengaruh kompetensi
c.       Referensi
·         Buku Ilmu Pendidikan Islam, Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga dan Masyarakat. Karya Moh. Roqib, M.Ag. Terbitan LKIS Yogyakarta tahun 2009.
·         Buku Kepribadian Guru karya Moh. Roqib, M.Ag. dan Nurfuadi, M.Pd.I. Terbitan LKIS Yogyakarta tahun 2008.

c.       Kerangka Teori
Sebagai acuan penelitian dan alat analisis (pisau bedah). Teori yaitu seperangkat konsep-konsep, definisi-definisi, proposisi yang tersusun sistematis untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena. Dari teori akan menjabarkan indicator variable penelitian. Inkan dikator digunakan untuk membuat instrument/alat pengumpul data.
Misalnya :
Variabel
Indikator
Padi
Kuning, berisi, merunduk
Respon
Cepat menjawab
Taqwa
Percaya kepada yang gaib, sabar, suka berinfak, menahan amarah, pemaaf, tidur malam lebih sedikit, mengerjakan salat malam.

d.      Mengumpulkan hipootesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atau dugaan sementara. Misal : ada pengaruh yang signifikan (bermakna) perhatian orang tua terhadap prestasi pata pelajaran PAI siswa SDN 2 Gunung Wuled. Perlu diketahui bahwa penelitian kualitatif boleh tidak ada hipotesis.

e.       Membuktikan hpotesis
Pembuktian hipoteis dilakukan dengan menjawab rumusan masalah. Hipotesis dilakukan dengan metode penelitian. Dalam penelitian kepustakaan, subyek penelitian diganti dengan sumber primer dan sumber sekunder.
Missal dalam judul penelitian, “Perkembangan moral dalam prespektif islam”. Sumber primer berupa Al Qur’an dan Al Hadits.

f.       Teknik sumling
Teknik mendapatkan sample, dengan menyederhnakan obyek. Kisaran 10-15% jadi jika dari 450 anak menjadi: 15% x 450 = 67,5 (68 orang). Adapun caranya dengan :
1. Acak murni (Pure random)
Dianalogikan seperti orang arisan, dalam artian tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan.
2. Acak dengan keterwakilan (purpose random)
Misalkan dari pihak perempuan diwakili lima orang, maka dari pihak laki-laki juga lima orang.
3. Snow boling (bola salju)
Ini dilakukan dengan menemui orang yang utama dan terpandang dalam suatu daerah, jika penelitian di lapangan. Ada rekomendasi beruntut untuk mendapatkan data yang biasanya dari satu orang ke orang lain, membuat jaringan berdasarkan criteria.

g.      Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data dilakukan dengan :
1.      Wawancara, yaitu tanya jawab dengan nara sumber, ini membutuhkan pedoman wawancara.
2.      Angket berupa pilihan-pilihan dari pertanyaan yang diajukan.
3.      Observasi, yaitu pengamatan yang membutuhkan lembar observasi.
4.      Dokumentasi, bisa dilakukan terlibat dengan hidup mereka.
5.      Tes, membutuhkan soal.
6.      Skala sikap, membutuhkan instrument.
7.      Focus Group Discusion (FGD)

h.      Metode analisis data
Analisis data dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
1.      Kuantitatif
Mengutamakan statistic dilakukan dengan,
Ø           Deduksi           :Misalkan, Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa semua permpuan yang sudah baligh wajib menutup aurat, maka yang difokuskan pada bagaimana aplikasi di lapangan.
Ø           Indksi               : Pengambilan kesimpulan berdasarkan data lapangan. Misal untuk mengambil kesimpulan bahwa seorang mahasiswa itu “pintar” maka dilihat IPK dari sekian mahasiswa.
Ø           Komparasi        : Bisa dilakukan dengan melihat kesimpulan-kesimpulan dari beberapa fakta yang kemudian dibandingkan.
2.      Kualitatif
Biasanya dilakukan dengan observasi dan wawancara. Adapun data berupa pernyataan hasil wawancara maupun observasi. Adapun langkah yang dilakukan biasa disebut dengan “Triangulasi” yang meliputi:
a.       Reduksi data, yaitu mengurangi data, terkait penting dan tidaknya, sehingga jika tidak penting bisa dihilangkan.
b.      Display, yaitu ditata, dipajang. Misalkan dalam penelitian tentang pemakaian jam, maka dicari beberapa orang untuk menjelaskan filosofi memakainya, teknik memakai jam, prinsip penggunaan jam, dll.
c.       Konklusi, yaitu menarik kesimpulan.

D. PROPOSAL PENELITIAN
Proposal penelitian bisa berupa penelitian untuk SKRIPSI. Ini meliputi:
“Judul”
A.    Latar belakang
B.     Definisi operasional (menjelaskan judul)
C.    Rumusan masalah
D.    Tujuan penelitian
E.     Manfaat penelitian
F.     Kajian pustaka
G.    Metode penelitian
H.    Sistematika penelitian
I.       Outline penelitian
Daftar pustaka
Contoh :
PEMBENTUKAN KEMAMPUAN BAHASA ARAB PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) AL MANSUROH
REMBANG - PURBALINGGA
A.    Latar belakang masalah
“Cintailah bahasa Arab karena tiga hal: Aku adalah Orang Arab, Al-Qur’an berbahasa Arab, dan bahasa ahli surga adalah bahasa Arab.” ( HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas ) ( Acep Hermawan, 2011: 80 ). Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa, Agama Islam adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang dihimpun menjadi kitab Al-Qur’an dan berbahasa Arab. Sehingga sumber pokok Agama Islam adalah Al-Qur’an dan Hadist yang keduanya berbahasa Arab.
Dalam perkembangannya, Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab asli. Sejak masa sebelum hijriyah sampai Nabi hijrah ke Madinah. Bahkan sampai sekarang Al-Qur’an masih menggunakan bahasa Arab asli. Dengan adanya Al-Qur’an terjemah dan tafsir Al-Qur’an membuktikan bahwa Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab asli. Dengan kata lain, tidak ada Al-Qur’an selain dengan bahasa Arab. Sehingga dengan belajar bahasa Arab, berarti umat Islam mendalami Agama Islam dari sumber aslinya.
Menurut Nurcholis Madjid, dalam bukunya Azhar Arsyad mengatakan bahwa makna dan nilai dari Al-Qur’an pada hakekatnya adalah universal. Sehingga seorang pengguna bahasa bisa membatasi atau merubah (dalam arti bertambah dan berkurang)nya. Maka penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an pun sesungguhnya lebih banyak menyampaikan masalah teknis penyampaian pesan dari pada masalah nilai. Penggunaan bahasa Arab untuk Al-Qur’an adalah wujud khusus dari ketentuan umum bahwa Allah tidak mengutus seorang Rosul pun kecuali dengan bahasa kaumnya, (Q.S. Ibrohim: 4) yaitu masyarakat yang menjadi audience langsung seruan Rosul itu dalam menjalankan misi sucinya. ( Azhar Arsyad, 2010 : hal. xix ).  Jadi wahyu Allah itu menggunakan bahasa Arab sebagai mediumnya, karena Nabi Muhammad adalah seorang Arab, namun kitab suci yang mengandung wahyu itu tetap merupakan petunjuk dan obat bagi mereka yang beriman, terlepas dari bahasa yang digunakan di dalamnya.
Dipihak lain juga terdapat kejelasan bahwa penggunaan bahasa Arab untuk bahasa Al Qur’an itu mengandung nilai lain tidak hanya sekedar nilai teknis penyampaian pesan. Penggunaan bahasa Arab untuk Al Qur’an itu terkait erat dengan konsep dan pandangan bahwa Al Qur’an adalah sebuah mukjizat yang tidak bisa ditiru oleh manusia.
Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia. Bahasa ini digunakan secara resmi kurang lebih 20 negara (http :// Metode.Com / Bahasa Arab dan Pembelajarannya ). Selain umat Islam bangsa Arab dan sekitarnya yang mempelajari bahasa Arab, bangsa Barat seperti Perguruan Tinggi Katolik dan Kristen juga mempelajarinya. Sehingga mereka menjadikan bahasa Arab sebagai salah satu mata kuliah di Universitas tersebut. Sedangkan menurut Ahmad bin Muhammad Dibyan pengguna bahasa Arab berjumlah lebih dari 200 juta orang. (Ahmad Muhtadi Anshor, 2009: Hal.3). Mereka menempati beberapa kawasan baik di Asia maupun di Afrika. Di samping itu, bahasa Arab juga menjadi salah satu bahasa resmi di forum-forum internasional semisal PBB (Perserikatan Bangsa–Bangsa). Demikian pula di Indonesia, bahasa Arab juga dijadikan mata pelajaran di dalam lembaga pendidikan, khususnya lembaga-lembaga sekolah yang notabenya Islam.
Fungsi bahasa Arab di Indonesia sama seperti bahasa asing lainnya, antara lain sebagai alat komunikasi antar bangsa, media pemanfaatan ilmu dan teknologi, sarana memperkaya hazanah perbendaharaan kata, serta sebagai sarana pendalaman ilmu keagamaan dan pengamalan syariat Islam.
Sejauh ini, masyarakat Indonesia masih kurang berminat mempelajari bahasa Arab dibanding bahasa-bahasa yang lain. Hal ini Karena pada umumnya bahasa Arab tidak menggema dalam kehidupan sehari-hari. untuk itu perlu adanya suasana yang dapat menumbuhkan minat siswa dalam belajar bahasa Arab. Salah satu caranya dengan pembentukan kemampuan bahasa Arab pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai landasan dasar sebelum menempuh pendidikan selanjutnya, terutama di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs). Madrasah Aliyah (MA) maupun di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI).
Bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran yang membutuhkan kemampuan guru dalam mengelola kelas, terutama kemampuan guru dalam memanfaatkan media yang bisa menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan sehingga dapat menarik minat dan mengaktifkan siswa untuk mengikuti pelajaran baik secara mandiri ataupun kelompok.
Sedangkan alasan penulis memilih objek penelitian  di PAUD Al Mansuroh Purbalingga dikarenakan PAUD ini lebih banyak menyajikan materi terkait keagamaan, khususnya bahasa Arab dibanding PAUD yang lain. Serta pemikiran penulis yang menganggap bahwa PAUD merupakan salah satu lembaga pendidikan mendasar bagi siswa yang pada akhirnya menentukan proses belajar selanjutnya terutma di lembaga pendidikan islam pada umumnya dan pendidikan bahasa Arab pada khususnya. 
Demikian pemaparan latarbelakang yang melandasi penulis meneliti tentang metode gambar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Mansuroh Purbalingga.


B.     Definisi Oprasional
Untuk menghindari pemahaman yang tidak sesuai dengan penelitian ini, maka perlu dijelaskan beberapa istilah yang digunakan, sebagai berikut :
1.      Pembentukan kemampuan berbahasa Arab
Pembentukan menunjuk pada suatu proses membentuk suatu struktur dengan suatu komposisi tertentu. (F.J. Monk, 2001: 1) Sedangkan pembentukan kemampuan berbahasa adalah usaha untuk membentuk kemampuan (potensi) bahasa yang diperoleh dari perolehan bahasa melalui interaksi dengan lingkungan. Pengertian kemampuan berbahasa mencangkup berbagai hal, diantaranya : kemampuan mendengar, kemampuan berbicara, kemampuan membaca dan kemampuan menulis bahasa Arab.
Perlu diketahui bahwa pembentukan kemampuan bahasa Arab yang peneliti teliti adalah pembentukan kemampuan bahasa Arab yang melipati empat kemampuan tersebut diatas pada PAUD Al Mansuroh di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.

2.      Anak usia pra sekolah
Anak usia pra sekolah adalah mereka yang berusia 3-6 tahun. Mereka biasanya mengikuti program pra sekolah. Seperti di Indonesia, umumnya mereka mengikuti program penitipan anak (3-5 tahun) dan kelompok bermain (3 tahun), sedang pada usia 4-6 tahun biasanya mereka mengikuti program TK (Soemarti Patmonodewo, 2003: 19)
Anak usia pra sekolah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah anak usia 3-6 tahun di PAUD Al Mansuroh Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga.

3.      PAUD Al Mansuroh
Adalah lembaga pendidikan formal dibawah yayasan Al Mansuroh di kecamatan Rembang kabupaten Purbalingga. Merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang lebih mengedepankan materi-materi keagamaan, terutama bahasa Arab sebagai bahasa pokok untuk mempelajari dan memehami ajaran islam.

C.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah peneliti utarakan, maka rumusan masalahnya adalah, “Bagaimana kemampuan berbahasa Arab pada anak usia pra sekolah di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Mansuroh Rembang Purbalingga?”



D.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian skripsi ini adalah memperoleh gambaran yang detail tentang pembentukan kemampuan mendengar, kemampuan berbicara, kemampuan membaca dan kemampuan menulis bahasa Arab, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan ealuasi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Mansuroh Rembang Purbalingga.

E.     Manfaat Penelitian
Penelitian ini sebagai bahan evaluasi bagi PAUD Al Mansuroh di kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga agar lebih meningkatkan dan mengembangkan pembelajaran bahasa Arab, terutama empat kemampuan dasarnya, yaitu : kemampuan mendengar, kemampuan berbicara, kemampuan membaca dan kemampuan menulis.

F.      Kajian Pustaka
Penelitian yang mengambil objek pendidikan pra sekolah khususnya dalam pendidikan bahasa Arab sudah banyak dilakukan. Beberapa karya yang terkait dengan kajian ini diantaranya adalah Soemantri Patmonodewo, dengan judul “Pendidikan Anak Prasekolah” yang mengkaji apa dan bagaimana pendidikan prasekolah mengungkapkan, menceritakan berbagai tokoh pendidikan prasekolah, teori-teori yang melandasinya, beberapa alternatif pendidikan anak prasekolah, kurikulum dan penilaian dalam program pendidikan prasekolah, serta permasalahan perencanaan dan organisasi lingkungan. Intinya, semua yang ada pada diri anak secara maksimal.
Adapun skripsi yang mengambil objek pendidikan usia prasekolah khususnya pendidikan bahasa Arab, antara lain Nurohman. Dalam penelitiannya tentang bagaimana pengenalan bahasa kepada anak pemula (anak usia prasekolah), fungsi utama bahasa Arab yaitu membentuk kecerdasan, keterampilan dan rasa bahasa. Anak pemula mampu belajar bahasa Arab apabila lingkungan sekitarnya mengembangkan kemampuan berbahasa, yaitu kemampuan berbicara, kemampuan mengeja, kemampuan membaca can kemampuan menulis. Metode yang digunakan Psycological method yaitu sebuah metode yang mendasarkan atas visualisasi, mental dan asosiasi pikiran.
Umar Faozi, menjelaskan tentang pembentukan kemampuan berbahasa yang telah dimiliki oleh manusia dari sejak lahir. Anak usia prasekolah (4-6 tahun) mempunyai kemampuan untuk mengenal bahasa asing termasuk bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah metode bermain, ceramah dan pembiasaan. Tujuan metode ini adalah untuk mengenalkan bahasa Arab sejak dini dan menumbuhkan kecintaan kepada bahasa Arab.
Dari beberapa  skripsi diatas terdapat perbedaan yang mendasari penelitiannya. Nurohman membahas bagaimana mengenalkan bahasa, fungsi lingkungan dan psychological method. Sedangkan Umar Faozi menekankan pada pembentukan kemampuan berbhasa, metode bermain, ceramah dan pembiasaan serta tujuannya. Sedangkan skripsi yang peneliti susun ini membahas tentang bagaimana pembentukan kemampuan berbahasa Arab pada anak usia prasekolah di PAUD Al Insiroh di kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga, serta faktor pendukung dan hambatannya. Jadi pokok bahasannya jelas berbeda dengan penelitian-penelitian diatas dan skripsi ini belum pernah diteliti sebelumnya.

G.    Metode Penelitian
1.      Jenis penelitian
Jenis penelitin yang peneliti gunakan dalam skripsi ini adalah penelitian lapangan (rice field) yang pengumpulan datanya dilakukan secara langsung dari lokasi penelitian.

2.      Lokasi penelitian
Penelitin ini dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Mansuroh kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.

3.      Waktu penelitian
Penelitian dilaksanakan sejak tanggal 1 Oktober 2011 sampai 8 Desember 2011.

4.      Subjek dan objek penelitian
Obyek yangditeliti dalam skripsi ini adalah pembentukan kemampuan bahasa Arab pada anak usia prasekolah di PAUD Al Mansuroh kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga. Sedangkan subyek penelitiannya adalah:
a.       Siswa PAUD Al Mansuroh
Merupakan pihak yang mendukung ketika peneliti melakukan observasi dalam melengkapi data terkait pembelajaran bahasa Arab.
b.      Ustad dan Ustadzah
Merupakan pihak yang berkaitan langsung dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di PAUD Al Mansuroh. Dari mereka diperoleh data mengenai seluruh kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Arab khususnya.
c.       Ketua Yayasan Al Mansuroh
Dari ketua yayasan inilah diperoleh informasi secara akurt mengenai gambaran umum PAUD Al Mansuroh di kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga. Adapun data yang peneliti dapatkan berupa : sejarah dan latar belakang berdirinya PAUD, letak dan keadaan geografis, struktur organisasi pengurus yayasan dan PAUD, keadaan ustad/ustadzah, keadaan santri, fasilitas yang digunakan dan seluruh kegiatan yang mendukung segala aktifitas pembelajaran di PAUD Al Mansuroh.

5.      Teknik sampling
Sumber data siswa terdiri dari 200 orang, diambil sample 10%, sejumlah 20 orang. Teknik pengambilan samplenya dengan menggunakan acak murni (pure random)

6.      Metode pengumpulan data
Untuk mendapatkan data yang diperlukan, peneliti menggunakan beberapa metode, sebagai berikut:
a.       Observasi
Adalah sebuah cara untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan perencanaan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran (Sudiyono, 2000: 76).
Metode ini digunakan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan berbahasa Arab, meliputi kemampuan mendengar, kemampuan berbicara, kemampuan membaca dan kemampuan menulis pada anak prasekolah di PAUD Al Mansuroh kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga.

b.      Wawancara
Adalah sebuah dialog yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara (Sudijono, 2000: 76).
Metode ini peniliti gunakan sebagai upaya untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan kemampuan berbahasa Arab ditas.

c.       Dokumentasi
Yaitu menyelidiki benda-benda tertulis seperti: buku-buku, majalah dokumen peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan rapor prestasi siswa (Suharsimi Arikunto, 1993: 145).
Metode ini peneliti gunakan untuk mendukung informasi yang telah diperoleh dari metode observasi maupun wawancara yang telah dilakukan.

7.      Metode analisis data
Dalam hal ini, peneliti menganalisis dengan metode triangulasi data. Teknik triangulasi lebih mengutamakan efektivitas proses dan hasil yang digunakan (Burhan Bugin, 2006: 191). Pertama, ketelitian dalam mendeskripsikan data secara apa adanya yang sebelumnya dilakukan reduksi data yaitu proses seleksi data yang diartikan sebagai proses pemilihan, perumusan penelitian, penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dalam catatan tertulis di laporan. Kedua, melakukan kategorisasi secara kuat sesuai tujuan yang telah dirumuskan. Ketiga, melalui analisis konseptualisasi dengan bantuan teori yang telah ada.
Proses analisis data dalam penelitian ini dimulai dengan menelaah seluruh data yang dikumpulkan, baik yang diperoleh melalui observasi, interview, maupun dokumenntasi, baru kemudian disimpulkan.


Daftar Pustaka

Acep Hermawan. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhtadi, Ahmad Ansor. 2009.Pengajaran Bahasa Arab dan Media, Metodenya. Yogyakarta: Teras.
Http://Metode.Multiply.com/jurnal/item/Metode Pembeljaran Mufrodat.
Azhar Arsyad, 2010. Bahasa Arab dan Metode Pembelajarannya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Http://metode.com/Bahasa Arab dan Pembelajarannya
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Continue reading METODE PENELITIAN

09 Maret 2012

, ,

Dalam Suka-Duka

Dalam suka ku percaya,
Kau kan bisa menemani dengan cinta,

Dalam duka ku bertanya,
Bagaimana dalam hatimu bicara,

Cerita yang kita punya,
Takkan ada jika tak percaya,

Di saat hampa hari dan saat hampa hatimu,
Ku kan ada, ku di sana menemanimu slalu,
Di saat hilang jalanmu dan saat hilang nafasmu,
Ku kan ada, ku di sana menemanimu slalu,

Dalam cinta ku bertanya,
Sampai mana rasa ini kan dicoba,

Cerita yang kita punya,
Takkan ada jika tak percaya,

Di saat hampa hari dan saat hampa hatimu,
Ku kan ada, ku di sana menemanimu slalu,
Di saat hilang jalanmu dan saat hilang nafasmu,
Ku kan ada, ku di sana menemanimu slalu,
Dalam duka.

(Dalam Duka - Letto)
Continue reading Dalam Suka-Duka

05 Maret 2012

Research And Development

A. Metode Penelitian dan Pengembangan
Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Reseach and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji produk tersebut. Jadi penelitian pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years).
Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang ilmu Alam dan Teknik. Hampir semua produk teknologi seperti alat-alat elektronik, kendaraan bermotor, pesawat terbang, kapal laut, senjata, obat-obatan, alat-alat kedokteran dll. namun demikian metode penelitian pengembangan bisa juga digunakan dalam bidang ilmu-ilmu sosial seperti psikologi, sosiologi, pendidikan, manajemen dll.
Penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk tertentu untuk bidang administrasi, pendidikan dan sosial lainnya masih rendah. Padahal banyak produk tertentu dalam bidang pendidikan dan sosial yang perlu dihasilkan melalui Penelitian dan Pengembangan.
B. Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan
Langkah-langkah penelitian dan pengembangan sebagai berikut.
  1. Potensi dan Masalah : Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. sebagai contoh, di pantai selatan Pulau Jawa, terdapat potensi angin dan sinar matahari, kedua potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi energi mekanik yang dapat digunakan untuk menggerakkan sesuatu, misalnya untuk generator pembangkit tenaga listrik, atau untuk turbin air. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain, atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date.
  2. Mengumpulkan Informasi : setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Disini dibutuhkan metode penelitian tersendiri. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai.
  3. Desain Produk : Produk yang dihasilkan dalam penelitian Research and Development bermacam-macam. Dalam bidang teknologi, orientasi produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia adalah produk yang berkualitas, hemat energi, menarik, harga murah, bobot ringan, ekonomis, dan bermanfaat ganda. Dalam  bidang pendidikan, produk-produk yang dihasilkan melalui penelitian Research and Development diharapkan dapat meningkatkan produktifitas pendidikan, yaitu lulusan yang jumlahnya banyak, berkualitas dan relevan dengan kebutuhan.
  4. Validasi Desain : Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi disini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya.
  5. Perbaikan desain : Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain.
  6. Uji Coba Produk : Dalam bidang pendidikan, desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba, setelah divalidasi dan revisi. Uji coba tahap awal dilakukan dengan simulasi penggunaan mtode mengajar tersebut. Setelah disimulasikan, maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metodemengajar baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan metode mengajar yang lama atau yang lain. Untuk itu pengujian dapat dilakukan dengan eksperimen, yaitu membandingkan efektivitas metode mengajar lama dengan yang baru. Indikatornya efektivitas metode mengajar baru adalah kecepatan pemahaman murid pada pelajaran yang lebih tinggi, murid bertambah kreatif dan hasil belajar meningkat.
  7. Revisi Produk : Pengujian efektivitas metode mengajar baru pada sampel yang terbatas tersebut menunjukkan bahwa metode mengajar baru ternyata yang lebih efektif dari metode lama. Perbedaan sangat signifikan, sehingga metode mengajar baru tersebut dapat diberlakukan pada kelas yang lebih luas dimana sampel tersebut diambil. Namun darihasil pengujian terlihat bahwa kreativitas murid baru mendapatkan nilai 60% dari yang diharapkan. Untuk itu maka desain metode mengajar perlu direvisi agar kreativitas murid dalam belajar dapat meningkat pada gradasi yang tinggi. Setelah direvisi, maka perlu diujicobakan lagi pada kelas yang lebih luas. Cara pengujian seperti contoh di atas. Setelah metode mengajar baru diterapkan selama setengah tahun atau satu tahun maka perlu dicek kembali, mungkin ada kelemahannya, kalau ada perlu segera diperbaiki lagi. Setelah diperbaiki maka dapat diproduksi masal, atau digunakan pada lembaga pendidikan yang lebih luas.
  8. Pembuatan Produksi Masal : Bila produk yang berupa metode mengajar baru tersebut telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian, maka metode mengajar baru tersebut dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan.
C. Laporan Penelitian Research and Development
Seperti telah dikemukakan bahwa metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) adalah merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru, dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut.
Dengan demikian laporan penelitian yang harus dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya. Lampiran berupa produk yang dihasilkan tersebut, dibuat dalam buku tersendiri, dan diberikan penjelasan tentang kehebatan produk tersebut berdasarkan hasil uji coba, serta cara menggunakan produk tersebut.

Continue reading Research And Development

01 Maret 2012

,

no mountains too high when there’s a will

no mountains too high when there’s a will
no rivers too wide when believe there’s a way

kadang, kita terlalu senang dengan sebuah perjumpaan
sehingga tak sempat kita berpikir
kelak akan hadir duka kala perjumpaan menjelma menjadi sebuah perpisahan
dan
ada pula rasa yang terlalu merisaukan perpisahan
sehingga tak pernah kita bisa merasakan indahnya makna perjumpaan

yang terbaik adalah
kita bisa menjadi seorang pendaki dan seorang perenang sekaligus
atas pegunungan yang tinggi dan sungai yang mengalir luas..
ia mampu bertahan dalam setiap kondisi
sulit dan mudah..

kebijaksanaan adalah
mereka yang mampu bersabar dan bertahan
serta tetap kokoh dalam dua kondisi
kokoh dalam bahagia dan kokoh dalam sedih
tak berlebihan dan tak jua kekurangan

karena
ia memahami bahwa ini hanyalah
bagian dari fana-Nya
perjalanan kehidupan di dunia

karena
yang akan kekal ditemui adalah kehidupan setelah kehidupan
yaitu ketika kita bertemu muka dengan Ar-Rahman, Sang kekasih Sejati..

Kedewasaan adalah
ketika kita mampu menganalisa betapa sedihnya kehilangan
dan menyadari betapa sedih lagi ketika kehilangan itu
menjadikan kita menghilangkan kehadiran-Nya di lubuk kita
karena dengan demikian
kita akan KEHILANGAN DUA SEKALIGUS

ambil saja nafas yang panjang
tambahkan senyuman
dan sebuah komitmen
untuk memulai langkah baru
dan
kau akan terlahir
seperti baru
…

jangan bersedih, sahabat
Allah tak akan pergi dari kita ⌒˛⌒
Continue reading no mountains too high when there’s a will

Jadwal Pameran Komputer 2012 Yogyakarta (Daerah Istimewa Yogyakarta)

  •  
  • APKOM New Year Expo (ANYE) 2012
    04 Februari 2012 – 08 Februari 2012
    Jogja Expo Center (JEC), Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Mega Bazaar Computer 2012
    03 Maret 2012 – 07 Maret 2012
    Jogja Expo Center (JEC), Daerah Istimewa Yogyakarta
  • National IT Expo (NIX) 2012
    05 Mei 2012 – 09 Mei 2012
    Jogja Expo Center (JEC), Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Festival Komputer Indonesia (FKI) 2012
    09 Juni 2012 – 13 Juni 2012
    Jogja Expo Center (JEC), Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Yogyakomtek 2012
    29 September 2012 – 03 Oktober 2012
    Jogja Expo Center (JEC), Daerah Istimewa Yogyakarta
  • APKOM YESS 2012 + Indonesia Cellular Show
    01 Desember 2012 – 05 Desember 2012
    Jogja Expo Center (JEC), Daerah Istimewa Yogyakarta
Continue reading Jadwal Pameran Komputer 2012 Yogyakarta (Daerah Istimewa Yogyakarta)