08 September 2011

, ,

PRAKTIKUM FUZZY LOGIC CONTROLLER


PRAKTIKUM FUZZY LOGIC CONTROLLER

1.    Pertemuan 1
a.      Melihat Demo Matlab, khususnya Water Tank
Langkah-Langkah:
1)      Buka Command Window pada Matlab.
2)      Ketikkan Demo, diikuti dengan klik tombol ‘Enter’ pada Keyboard.
Perhatikan gambar dibawah ini:  
Gambar 1. Command Window Pada Matlab

Matlab memiliki banyak fungsi-fungsi, selain demo, seperti fuzzy, simulink, dan lain-lain. Untuk mengetahui fungsi-fungsi yang tersedia ketik Help pada command window, diikuti dengan menekan tombol enter pada keyboard.

3)      Kemudian akan muncul Matlab Demos, seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini:

Gambar 2. Matlab Demo Windows
4)      Double klik pada Toolboxes, pilih Fuzzy Logic, dan pilih Water tank (sim) yang ada pada kotak sebelah kanan.

Gambar 3. Matlab Demo Windows dengan Option Water tank

Selain water tank (sim), matlab memiliki masih banyak demo lagi, seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.

5)      Klik button  Run Water tank (sim). Selanjutnya akan muncul gambar model sltank seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 4. Model sltank







6)      Klik tanda panah pada toolbar untuk menjalankan simulasi, atau dengan menekan tombol ‘Ctrl+T’ pada keyboard. Secara default yang bekerja sebagai pengendali pada simulasi ini adalah blok Fuzzy Logic Controller.

Gambar 5. Simulasi Tank Demo

7)      Double klik pada blok Comparison (Perhatikan Gambar 4), Untuk melihat kurva respon waktunya.

Gambar 6. Kurva Respon Waktu Simulasi Tank Demo


b.      Mengetahui Isi Blok FLC
Langkah-Langkah:
1)      Buka Command Window pada Matlab.
2)      Ketikkan Fuzzy, diikuti dengan klik tombol ‘Enter’ pada Keyboard.
Perhatikan gambar dibawah ini:  

Gambar 7. Command Window Pada Matlab

3)      Kemudian akan muncul FIS Editor, seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini:

Gambar 8. FIS Editor

Secara default fis editor diberi nama untitled, yang terdiri dari 1 input (input1), dan 1 output (output1) serta tanpa membership function.



4)      Pilih File, kemudian  Import, lalu pilih From Workspace
Perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar 9. FIS Editor dengan Mengimpor File dari Workspace

5)      Isikan tank pada Workspace Variable

Gambar 10. Load FIS From Workspace

tank merupakan nama variable pada workspace  yang berekstensi .fis












6)      Klik button OK. Selanjutnya akan muncul FIS Editor tank

Gambar 11. FIS Editor tank

Tank.fis memiliki 2 input (level dan rate) dan 1 output (valve).

7)      Double klik input level dan amati membership function dan range-nya

Gambar 12. Input Level dan Atributnya

Dari gambar diatas terlihat input level memiliki 3 Membership Function, yaitu: high, okay, dan low. Terlihat juga range-nya, yaitu [-1 1].


8)      Klik membership function high, untuk melihat atributnya.
Gambar 13. Membership Function High Pada  Input Level

Dari gambar diatas terlihat range untuk input level, yaitu [-1 1].  Range ini menunjukan batas minimal dan maksimal yang digunakan sebagai skala untuk mengatur lebar sempitnya MF pada Input Level, bisa juga dengan mengatur Params-nya, terlihat Params untuk membership function high yaitu [0.3 -1]. Type untuk MF ini adalah gaussmf.

9)      Double klik input rate dan amati membership function dan range-nya
Gambar 14. Input Rate dan Atributnya

Dari gambar diatas terlihat input rate memiliki 3 Membership Function, yaitu: negative, none, dan positive. Terlihat juga range-nya, yaitu [-0.1 0.1].
10)  Klik membership function negative, untuk melihat atributnya.
Gambar 15. Membership Function Negative Pada  Input Rate

Dari gambar diatas terlihat range untuk input rate, yaitu [-0.1 0.1].  Range ini menunjukan batas minimal dan maksimal yang digunakan sebagai skala untuk mengatur lebar sempitnya MF pada Input Rate, bisa juga dengan mengatur Params-nya, terlihat Params untuk membership function negative yaitu [0.03 -0.101]. Type untuk MF ini adalah gaussmf.

11)  Double klik output valve dan amati membership function dan range-nya

Gambar 16. Output Valve dan Atributnya
Dari gambar diatas terlihat output valve memiliki 5 Membership Function, yaitu: close_fast, close_slow, no_change, open_slow, dan open_fast. Terlihat juga range-nya, yaitu [-1 1].

12)  Klik membership function close_fast, untuk melihat atributnya.
Gambar 17. Membership Function close_fast Pada  Output Valve

Dari gambar diatas terlihat range untuk output valve, yaitu [-1 1].  Range ini menunjukan batas minimal dan maksimal yang digunakan sebagai skala untuk mengatur lebar sempitnya MF pada Output Valve, bisa juga dengan mengatur Params-nya, terlihat Params untuk membership function close_fast yaitu [-1 0.9 -0.8]. Type untuk MF ini adalah trimf.

13)  Klik View, kemudian pilih View rules, atau bisa juga dengan menekan Ctrl+5 pada keyboard.
Gambar 18. Cara Untuk Melihat Rule
14)  Selanjutnya akan ditampilkan Rule Viewer, seperti gambar dibawah ini:
Gambar 19. Rule Viewer

15)  Untuk mengedit rule diatas klik View, lalu pilih Edit rule, atau dengan menekan Ctrl+3 pada keyboard.
Gambar 20. Cara Untuk Mengedit Rule






16)  Selanjutnya akan ditampilkan Rule Editor, seperti gambar dibawah ini:
Gambar 21. Rule Editor

Rule diatas dibuat dengan mengatur MF input dan output, setelah itu tinggal mengklik button Add rule.


c.       Tugas: Meniru pembuatan tank.fis secara terbimbing.
1)      Buka Command Window pada Matlab.
2)      Ketikkan Fuzzy, diikuti dengan klik tombol ‘Enter’ pada Keyboard.
Perhatikan gambar dibawah ini:  

Gambar 1. Command Window Pada Matlab



3)      Kemudian akan muncul FIS Editor, seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini:

Gambar 2. FIS Editor

Secara default fis editor diberi nama untitled, yang terdiri dari 1 input (input1), dan 1 output (output1) serta tanpa membership function.

4)      Klik Edit, diikuti dengan memilih Add input.
Gambar 3. Cara Menambah Input

Ingat! perhatikan semua komponen yang terdapat pada tank.fis, jangan sampai ada yang terlewatkan.
5)      Selanjutnya akan muncul Input2, Perhatikan gambar dibawah ini:
Gambar 4. FIS Editor Untitled Dengan 2 Input dan 1 Output

6)      Klik input1, untuk mengganti nama input1. Perhatikan pada current variable, ubahlah nama input1 dengan Level, diikuti dengan perintah enter pada keyboard.
Gambar 5. Mengubah Nama input1 Dengan Level




7)      Klik input2, untuk mengganti nama input2. Perhatikan pada current variable, ubahlah nama input2 dengan Rate, diikuti dengan perintah enter pada keyboard.
Gambar 6. Mengubah Nama Input2 Dengan Rate

8)      Klik output1, untuk mengganti nama output1. Perhatikan pada current variable, ubahlah nama output1 dengan Valve, diikuti dengan perintah enter pada keyboard.
Gambar 7. Mengubah Nama Output1 Dengan Valve


9)      Double klik input Level, kemudian Pilih Edit, lalu Add MFs
Gambar 8. Cara Menambah Membership Function

10)  Isikan gaussmf pada MF Type dan untuk Number of  MFs 3. Perhatikan gambar dibawah ini:
Gambar 9. Menambah Membership Function

Secara default MF Type berisi trimf dan untuk Number of MFs berisi 3.










11)  Klik OK, selanjutnya akan muncul seperti gambar berikut:
Gambar 10. MF input Level

Secara default nama MF diberi nama mf1,  mf2,  mf3,....mfn.

12)  Klik mf1, kemudian ganti namanya menjadi high, dan atur params-nya sesuai dengan yang terdapat pada input level dalam  tank.fis.
Gambar 11. Mengubah parameter MF pada input Level

Begitupula dengan mf2 dan mf3, gantilah namanya menjadi okey dan low, serta aturlah params-nya seperti yang terdapat pada tank.fis. (Perhatikan Gambar 11).
Tips: Untuk mempercepat pengaturan params pada MF, copy-lah params yang terdapat pada tank.fis, dan paste pada params yang kita buat.

13)  Double klik input Rate, kemudian Pilih Edit, lalu Add MFs
Gambar 12. Cara Menambah Membership Function

14)  Isikan gaussmf pada MF Type dan untuk Number of  MFs 3. Perhatikan gambar dibawah ini:
Gambar 13. Menambah Membership Function






15)  Klik OK, selanjutnya akan muncul seperti gambar berikut:
Gambar 14. MF Input Rate

16)  Klik mf1, kemudian ganti namanya menjadi negative, dan atur params-nya sesuai dengan yang terdapat pada input rate dalam tank.fis.
Gambar 15. Mengubah parameter MF pada input Rate

Begitupula dengan mf2 dan mf3, gantilah namanya menjadi none dan positive, serta aturlah params-nya seperti yang terdapat pada tank.fis. (Perhatikan Gambar 15).

17)  Double klik output Valve, kemudian Pilih Edit, lalu Add MFs
Gambar 16. Cara Menambah Membership Function

18)  Isikan trimf pada MF Type dan untuk Number of  MFs 5. Perhatikan gambar dibawah ini:
Gambar 17. Menambah Membership Function












19)  Klik OK, selanjutnya akan muncul seperti gambar berikut:
Gambar 18. MF Output Valve

20)  Klik mf1, kemudian ganti namanya menjadi close_fast, dan atur params-nya sesuai dengan yang terdapat pada output valve dalam tank.fis.
Gambar 19. Mengubah parameter MF pada Output Valve

Begitupula dengan mf2, mf3, mf4, dan mf5, gantilah namanya menjadi close_slow, no_change, open_slow, dan open_fast, serta aturlah params-nya seperti yang terdapat pada tank.fis. (Perhatikan Gambar 19).

21)  Klik View, lalu pilih Edir rule, atau bisa juga dengan menekan Ctrl+3 pada keyboard.
Gambar 20. Cara Membuat Rule Editor

22)  Selanjutnya akan muncul Rule Editor, dan buatlah rule seperti yang terdapat pada tank.fis. Perhatikan gambar dibawah ini:
Gambar 21. Membuar Rule-Rule

Rule diatas dibuat dengan mengatur MF pada  input (level dan rate) dan output (valve), kemudian memilih option Add rule. Jika ingin mengubah rule yang kita buat dapat menggunakan perintah Change rule, atau bisa juga menghapusnya dengan memilih option Delete rule.
23)  Aturlah parameter And method, Or method, Implication, Aggregation, dan metote Defuzzification, seperti gambar dibawah ini:
Gambar 22. Metode yang digunakan

24)  Klik File, kemudian pilih save to workspace as.
Gambar 23. Cara Menyimpan Pekerjaan Yang Kita Buat

25)  Simpanlah dengan nama tank1, diikuti dengan mengklik ok.
                            Gambar 24. Nama Variable Yang Akan Disimpan
26)  Selanjutnya bukalah sltank, dan double klik blok fuzzy logic controller
Gambar 25. Model sltank

Model sltank ini dimunculkan dari Matlab Demos (Buka halaman 1)

27)  Isikan tank1 pada FIS Matrix. Kemudian klik OK.
Gambar 26. FIS Matrix

tank1 merupakan nama variable yang telah kita buat.

28)  Jalankan model sltank dengan mengklik tanda panah pada toolbar atau dengan menekan tombol ‘Ctrl+T’ pada keyboard.
29)  Amati respons sistem, apakah sama dengan tank.fis. jika belum telitilah semua komponen yang terdapat  pada tank.fis., dan perhatikan range, params, dan metode yang digunakan.









2.      Pertemuan 2
a.      Membuat Workspace Sendiri
sistem orde 2 dengan delay, dikontrol oleh FLC. Input ada 2, yaitu error dan derror. Ada 1 output. Pada input dan output masing-masing terdiri dari 3 MF, yaitu Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P). Range error [-1 1], range derror [-0.1 0.1] dan range output [-1 1]. Tipe MF yang dipakai baik pada input maupun adalah segitiga (trimf). Rule yang digunakan adalah rule standar (pendekatan heuristic) sebanyak 9 rule.
Langkah-Langkah:
1)      Buatlah rangkaian simulasi seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1. Model Workspace Dengan Sistem Orde 2

2)      Buatlah FIS Editor dengan 2 Input (dengan nama error dan derror), dan 1 Output (dengan nama output).
Perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar 2. FIS Editor fuzzy1





3)      Buatlah 3 membership function untuk Input error, dengan nama Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P), berupa trimf,  dan atur range-nya menjadi  [-1 1].

Gambar 3. Input Error dengan 3 MF

4)      Buatlah 3 membership function untuk Input derror, dengan nama Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P), berupa trimf,  dan atur range-nya menjadi  [-0.1 0.1].

Gambar 4. Input derror dengan 3 MF






5)      Buatlah 3 membership function untuk output, dengan nama Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P), berupa trimf,  dan atur range-nya menjadi  [-1 1].


Gambar 5. Output dengan 3 MF

6)      Buatlah 9 rule standar (pendekatan heuristic), seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 6.  Rule Editor fuzzy1


b.     Tugas
Mengamati pengaruh perubahan parameter input. Lakukan langkah-langkah berikut, dengan ketentuan bahwa perubahan hanya diberlakukan pada satu parameter. Ketika satu parameter diubah, yang lain tetap pada kondisi awal. Kemudian amati respon sistem.
1)        Aturlah range error: dari [-1 1] menjadi [-2 2] dan [-0.5 0.5]
Gambar 7. Mengubah Range Input Error
Gantilah Range [-1 1], seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas, kemudian ubahlah range-nya menjadi [-2 2], diikuti dengan menekan enter pada keyboard. Begitu juga dengan range [-0.5 0.5].
2)        Aturlah range derror: dari [-0.1 0.1] menjadi [-0.2 0.2] dan [-0.05 0.05]
Gambar 8. Mengubah Range Input Derror
Gantilah Range [-0.1 0.1] seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas, kemudian ubahlah range-nya menjadi [-0.2 0.2], diikuti dengan menekan enter pada keyboard. Begitu juga dengan range [-0.05 0.05]
3)        Gantilah tipe MF error: segitiga (trimf) ke gauss (gausmf) dan ke trapesium (trapmf).
Gambar 9. Mengubah Type MF
4)        Gantilah tipe MF derror: segitiga ke gauss dan ke trapezium
Perhatikan Gambar 9 diatas.
5)        Ubahlah lebar sempit MF: Z dipersempit dan Z diperlebar
Tarikkah kekiri dan kekanan MF Z, sampai menyempit atau melebar, atau bisa juga juga dengan mengatur params-nya.























3.      Pertemuan 3
a.      Membuat Workspace Sendiri
sistem orde 2 dengan delay, dikontrol oleh FLC. Input ada 2, yaitu error dan derror. Ada 1 output. Pada input dan output masing-masing terdiri dari 3 MF, yaitu Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P). Range error [-1 1], range derror [-0.1 0.1] dan range output [-1 1]. Tipe MF yang dipakai baik pada input maupun adalah segitiga (trimf). Rule yang digunakan adalah rule standar (pendekatan heuristic) sebanyak 9 rule.
Langkah-Langkah:
1)      Buatlah rangkaian simulasi seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1. Model Workspace Dengan Sistem Orde 2

2)      Buatlah  FIS Editor dengan 2 Input (dengan nama error dan derror), dan 1 Output (dengan nama output).
Perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar 2. FIS Editor fuzzy1





3)      Buatlah 3 membership function untuk Input error, dengan nama Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P), berupa trimf,  dan atur range-nya menjadi  [-1 1].

Gambar 3. Input Error dengan 3 MF

4)      Buatlah 3 membership function untuk Input derror, dengan nama Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P), berupa trimf,  dan atur range-nya menjadi  [-0.1 0.1].

Gambar 4. Input derror dengan 3 MF






5)      Buatlah 3 membership function untuk output, dengan nama Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P), berupa trimf,  dan atur range-nya menjadi  [-1 1].


Gambar 5. Output dengan 3 MF

6)      Buatlah 9 rule standar (pendekatan heuristic), seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 6.  Rule Editor fuzzy1


b.      Tugas
1)       Melihat pengaruh perubahan parameter output:
a)      Aturlah range output: dari [-1 1] menjadi [-2 2] dan [-0.5 0.5]
Gambar 7. Mengatur Range Output
Gantilah Range [-1 1] seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas, kemudian ubahlah range-nya menjadi [-2 2], diikuti dengan menekan enter pada keyboard. Begitu juga dengan range [-0.5 0.5].

b)      Ubahlah tipe MF output: segitiga ke gauss dan ke trapezium
Gambar 8. Mengubah Type MF

c)      Aturlah lebar sempit MF: Z dipersempit, Z diperlebar, dan masing-masing MF dibuat sempit (tanpa overlap).
Tarikkah kekiri dan kekanan MF Z, sampai menyempit atau melebar, atau bisa juga juga dengan mengatur params-nya.



2)      Melihat pengaruh metode defuzzifikasi
Secara default, metode yang dipakai yaitu centroid
a)      Gantilah metode tersebut diganti berturut-turut dengan bisector, MOM, LOM dan SOM.
Gambar 9. Mengubah Metode Defuzzifikasi


























4.    Pertemuan 4
a.      Buatlah workspace seperti pertemuan sebelumnya
1)    Buatlah rangkaian simulasi seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1. Model Workspace Dengan Sistem Orde 2

2)    Buatlah  FIS Editor dengan 2 Input (dengan nama error dan derror), dan 1 Output (dengan nama output).
Perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar 2. FIS Editor fuzzy1










3)        Buatlah 3 membership function untuk Input error, dengan nama Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P), berupa trimf,  dan atur range-nya menjadi  [-1 1].

Gambar 3. Input Error dengan 3 MF

4)        Buatlah 3 membership function untuk Input derror, dengan nama Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P), berupa trimf,  dan atur range-nya menjadi  [-0.1 0.1].

Gambar 4. Input derror dengan 3 MF






5)        Buatlah 3 membership function untuk output, dengan nama Neg (N), Zero (Z) dan Pos (P), berupa trimf,  dan atur range-nya menjadi  [-1 1].


Gambar 5. Output dengan 3 MF

6)    Buatlah 9 rule standar (pendekatan heuristic), seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 6.  Rule Editor fuzzy1


b.      Range, tipe MF, dan lebar sama dengan yang standar
c.      Tugas
1)   Melihat pengaruh pengubahan rule

N
Z
P
N
N
N
P
Z
N
Z
P
P
N
P
P

1)            If error is N then output is N
2)            If error is P then output is P
3)            If error is Z and derror is Z then output is Z
4)            If error is Z and derror is N then output is N
5)            If error is Z and derror is P then output is P

Gambar 7. Rule Editor

2)      Melihat pengaruh pengubahan jumlah MF pada input dan output, menjadi masing-masing 5 MF: NB, NS, Z, PS, dan PB.
Gambar 8. MF Input Error


Continue reading PRAKTIKUM FUZZY LOGIC CONTROLLER

03 September 2011

, , , , ,

curhatku setelah kecelakaan dalam rangka jadi relawan di merapi

Curhatan dari admin sekolah pintar merapi(purwanto) tagal 24 juni 2011 kecelakaan di bawah bale desa umbulharjo. kecelakaan tunggal karna terlalu lelah. motor sih tidak apa-apa, tapi naas bagiku.. sejak kecelakaan sampai tgl13 juli(seminggu dirumah) walau fisik hanya berbekas jahitan 7di bibir atas, tetapi ingatan dan kesadaran pikiiranku hilang, saat ini saja aku tak ingat masa sma ku, kata orang tuaku aku baru sadar 3 hari setelah kecelakaan, dan terus berontak sampai aku harus diikat kuat-kuat di ranjang, 4x ku mencabut jarum infus dll. alhamdulillah sekarang aku sudah pulih secara fisik dan ingatanku tentang kuliah dan merapi alhamdulillah tak hilang, maaf adik-adik merapi, kakak tidak bisa mengajari kalian tpa dan bimbel. karna kakak masih punya tugas kuliah untuk pkl d wonogiri sampai sebelum lebaran. jadi kakak baru bisa belajardengan kalian setelah lebaran. by:purwanto pj shelter jenggala from sekolahpintarmerap
Continue reading curhatku setelah kecelakaan dalam rangka jadi relawan di merapi

29 Agustus 2011

, , ,

Berhikmah dari "Sholat"

Berkaca.....
Harusnya masih teringat jelas diingatan kita bagaimana getolnya orang tua yang menyuruhan anaknya untuk melaksanakan sholat. Sebanarnya jika kita menyadari itu sejak dahulu kala, hikmah akan didikan orang tua membelajarkan sholat, akan sangat memberikan efek bagi kita dalam berproses memperdalam ajaran agama Islam.
Teringat bagaimana ibu/ayah menyingkap selimut tebal ditengah dinginnya pagi, untuk apa.....meminta agar si anak bangun dan mengambil air wudhu untuk segera menunaikan sholat subuh,
Teringat siang hari dengan terik dan sengatan panas matahari, dimana saat itu kita berlari-lari pulang dari sekolah menuju kerumah, melempar sepatu kesudut pintu, melepas tas begitu saja, dan segera ingin melepaskan kesumpekan belajar dengan nonton TV atau bermain, tib-tiba ada yang berkata, "nak sholat dhuhurlah dulu..." setelah itu kamu bebas akan beristirahat atau bermain, atau
teringat pula ditengah asyiknya bermain bersama teman-teman, terdengar panggilan...."nak sudah sore, pulang dulu mainnya dilanjutkan nanti lagi atau besok siang, sekarang mandi dan sholat ashar dulu...." atau
teringat pula diwaktu sore dengan keasyikan dunia anak-anak, tak akan berhenti suara itu mengingatkan, "ayo pulang sudah jelang magrib, segera sholat magrib setelah itu mengaji".
pun ketika malam hari, kantuk yang mulai menghinggap, ada suara yang mengingatkan, "nak sholat isya dulu baru belajar"

Apakah kisah ini ada dalam kehidupanmu dahulu?

"episode Merapi 28 januari, kala senja beranjak petang"
Betapa indahnya kita diajarkan sholat sejak kita kecil, tapi mungkin sedikit sekali kita menikmati dan mensyukurinya sebagai bagian dari anugerah penjagaan Allah terhadap hambanya...
Belajar dari seorang nenek, ada secercah rasa iba yang muncul. Ketika kupinta ia untuk membaca doa iftitah, ternyata si nenek tak kuasa dan tak bisa. Namun tak ada sikap menyerah yang ia tunjukkan, bahkan dibalik itu ada rasa optimisme yang muncul melalui pancaran mata dan raut wajahnya yang sudah beranjak senja. Ia terus mencoba untuk bisa tau bagaimana sholat yang baik yang bisa diterima oleh Gusti Allah.
Melihat senyum ompongnya, membuatku untuk tetap bersemangat pula mengajarinya. Memang, harus bersabar dengannya, baru saja ku ajarkan dan ku minta untuk mengulanginya secara pelahan, si nenek sudah lupa, dan memintaku untuk mengulanginya kembali. Tak cukup hanya hitungan jari belajar untuk mengulangi 1 ayat yang sama......allohuakbar
tatapan dan anggukannya meski tampak lucu, itulah wujud apresiasinya untuk terus belajar
Continue reading Berhikmah dari "Sholat"

14 Juni 2011

, ,

untung ato rugi?? pilih sendiri...!!!



Ada sebuah pertanyaan yang agak bodoh. Jika orang ditanya; Mau pilih untung atau rugi? Pastilah dia memilih untung. Memangnya siapa diantara kita yang mau rugi? Apalagi kalau ditanya; Kamu mau bangkrut atau tidak? Hah! Rugi saja tidak mau, apalagi kalau sampai bangkrut. Ya jelas tidaklah. Tapi, tunggu dulu. Kira-kira, mengapa ada orang yang begitu dungunya hingga bersusah payah menyampaikan pertanyaan pilon itu? Ternyata pertanyaan itu memang layak diajukan kepada kita. Karena, meskipun secara konsepsi kita tidak ingin rugi, namun perilaku kita sehari-hari menunjukkan bahwa kita sedang menuju kepada kerugian. Kita yang merasa tidak pernah rugi dalam berbisnis mungkin menyangkalnya. Namun, benarkah demikian?
Adalah Rosululah SAW pada suatu hari, beliau melintasi sebuah kota. Kepada orang-orang dikota itu beliau bertanya; apakah kalian tahu apa artinya untung, rugi, dan bangkrut? Sungguh, itu pertanyaan gampang. Sehingga setiap orang bisa menjawabnya dengan mudah. Namun, tak satupun dari jawaban itu yang memuaskan sang Rosul. Lalu dia berkata : ” Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang dihari ini, lebih baik dari hari kemarin. Mereka yang tidak lebih baik dari hari kemarin, adalah orang-orang yang merugi. Sedangkan jika dihari ini dirinya lebih buruk dari hari kemarin, maka mereka adalah orang-orang yang bangkrut
Jadi untuk menilai apakah kita untung, rugi atau bangkrut caranya sederhana, yaitu; membandingkan hari ini dengan hari kemarin sebagai acuan. Jika kita bisa menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka kita sungguh menjadi orang yang beruntung itu. Namun, sekiranya kita hanya bisa menjalani hari ini dengan nilai yang setara dengan hari kemarin, maka sesungguhnya kita ini merugi. Apalagi sekiranya dihari ini, perilaku kita, sikap kita, cara berpikir kita lebih buruk dari hari kemarin. Maka, kita masuk kedalam kelompok orang-orang yang bangkrut.
Kita cenderung menggunakan jumlah uang, harta kekayaan, dan kesuksesan dalam karir untuk mengukur untung dan rugi. Hari ini, kita diajak untuk melihat untung dan rugi dengan perspektif lain. Dengan menggunakan KONSEP PERTUMBUHAN. Yaitu, konsep untuk bertumbuh. Terus bertumbuh. Dan terus bertumbuh dari hari kemarin, menuju ke hari ini, dan melanjutkannya ke hari esok. Konsep ini, tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang sedang membangun kesuksesan non-material belaka. Kita yang tengah berfokus kepada kesuksesan material juga bisa menggunakannya sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja kapital Kita. Jika Kita mendapatkan seribu rupiah kemarin, Kita mesti mendapatkan lebih dari seribu hari ini. Jika tidak, maka artinya Kita rugi, atau malah bangkrut. Dari sudut pandang ilmu ekonomi, uang seribu rupiah hari ini nilainya lebih rendah dari seribu rupiah kemarin sebagai konsekuensi dari inflasi. Jadi, hikmah yang diajarkan seribu limaratus tahun lalu ini sungguh sangat relevan dihari ini.
Tapi, memang benar bahwa untuk sesaat kita perlu keluar dari alam materialistik menuju kepada dimensi non-materialistik. Toh, tubuh kita terdiri dari dua bagian penting; fisik dan non-fisik. Komponen fisik dibangun oleh unsur-unsur material. Sedangkan komponen non-fisik disusun oleh unsur-unsur non-material. Oleh karenanya, untuk menjadikan diri kita utuh; kita harus bersedia menembus hal-hal non-material itu.
Dalam perspektif non-fisik, konsep ini mengisyaratkan dua aspek penting. Aspek pertama berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan atau keahlian. Pendek kata, kita ditantang untuk memastikan bahwa pengetahuan kita hari ini lebih banyak atau lebih baik dari hari kemarin. Maknanya? Kita mesti benar-benar menerapkan apa yang biasa kita sebut sebagai LONG LIFE LEARNING PROCESS. Ibu saya yang tidak berbahasa Inggris menasihatkan; Ulah liren diajar. Artinya, ˜jangan pernah berhenti belajar”. Dan itu betul. Sebab, jika kita berhenti belajar, maka pengetahuan kita dihari ini tidak lebih baik dari hari kemarin. Jika demikian, kita tidak termasuk orang yang beruntung.
Aspek kedua berhubungan dengan perilaku, sikap serta tindak-tanduk kita. Aspek ini bisa menjadi lebih penting bobotnya dari yang pertama. Karena, kita sudah tahu bahwa sikap bisa berarti segala-galanya. Orang yang sikapnya buruk, kemampuan belajarnya juga buruk. Sehingga dengan sikap buruk, kita tidak bisa mengadopsi keterampilan dan keahlian yang lebih baik. Seorang karyawan yang bersikap buruk ditempat kerja, tidak akan bersedia untuk mempelajari hal baru. Menangani tugas-tugas tambahan. Atau melatih diri untuk mengasah keahlian. Seorang karyawan yang berpikiran dan berprasangka buruk pun demikian. Apapapun yang dilakukan atasannya, akan dicurigai dan disikapi dengan buruk.
Sebaliknya, orang-orang yang bersikap baik. Berpikir positif. Membuka diri terhadap kritik. Pastilah akan mendapatkan peningkatan bermakna hampir dalam segala hal. Bahkan, sekalipun memang benar bahwa atasannya memperlakukan dia secara tidak adil. Memangnya, kita bisa selalu bersikap positif untuk setiap tindakan buruk yang dilakukan oleh orang lain kepada kita? Memangnya, kita selalu bisa bersikap positif untuk peristiwa-peristiwa menyakitkan yang menimpa kita? Tentu saja bisa. Mengapa? Karena, kita semua mengetahui dan meyakini bahwa dalam setiap peristiwa; ada sisi baik dan ada sisi buruk. Bahkan, kejadian yang baikpun ada sisi buruknya. Sebaliknya, peristiwa buruk selalu ada sisi baiknya. Itulah sebabnya kita mempunyai istilah; ˜dua sisi mata uang”. Mana ada uang yang hanya memiliki satu sisi? Sikap yang baik akan membantu kita untuk selalu menemukan sisi baik dari hal apapun yang kita hadapi.

Sampai disini, jelas sudah bahwa sesungguhnya, Rosulullah mengajari kita tentang sebuah prinsip sederhana, yaitu; MANJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK, DARI HARI KEHARI. Bisakah Kita membayangkan sekiranya kita menjadi lebih baik setiap hari? Tentu pencapaian kita akan semakin baik dari hari ke hari juga.
Tapi tunggu dulu. Pelajaran kita belum selesai. Sebab, kedua aspek non material yang baru saja kita bahas itu baru menyentuh alam duniawi. Bagi kita yang meyakini bahwa selain dunia ini juga ada alam akhirat; tentu tidak cukup jika hanya mementingkan dan memperjuangkan urusan dunia saja. Urusan akhirat sama pentingnya. Sehingga kalimat itu selengkapnya berbunyi; ˜menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari dimata Allah ”. Semakin hari, hati kita semakin bersih. Niat kita semakin tulus. Dan kepatuhan kita kepada kehendak Tuhan menjadi semakin tinggi. Bisakah Kita membayangkan sekiranya dimata Tuhan kita bisa menjadi hamba yang lebih baik setiap hari? Tentu nilai kemanusiaan kita akan semakin meningkat dari hari ke hari juga.
Dan, jika kita ingat doa yang paling sering kita panjatkan. Doa yang berbunyi; Ya Allah, berikanlah kepadaku kesuksesan di Dunia, dan kesuksesan d Aakhirat. Tentu kita juga akan sadar bahwa menjadi lebih baik dalam urusan dunia saja, tidaklah cukup. Mungkin kita untung secara duniawi. Pengetahuan kita semakin bertambah. Keterampilan kita semakin tinggi. Penghasilan kita semakin banyak. Rumah kontrakan diganti menjadi hunian cicilan. Sepeda motor beroda dua berubah menjadi mobil. Dari naik angkot menjadi menyetir mobil sendiri. Tapi, kalau nilai akhirat kita tidak menjadi lebih baik apa artinya? Apalagi jika semua peningkatan dan kenikmatan hidup itu semakin menjauhkan diri kita dari Aturan Allah. Kita untung untuk ukuran dunia, tapi merugi berdasar kriteria Akhirat.
Ini sungguh sesuatu yang sangat menakutkan. Menakutkan, karena hidup didunia ini hanya tinggal beberapa saat. Belum tentu umur kita sampai ke tahun depan. Betapapun berhasilnya kita secara duniawi, kenikmatannya hanya bisa dirasakan sementara. Sedangkan akhirat? Dia abadi. Selamanya. Menakutkan jika hanya sempat mengecap nikmat didunia sesaat. Namun, tidak dapat mengecap nikmat akhirat yang NIKMATNYA SELAMANYA.
Jika nikmat dunia kita bertambah, namun cara kita bertingkah polah semakin buruk; kita benar-benar bangkrut. Hari ini, sudah Tuhan anugerahkan nikmat yang lebih banyak dari hari kemarin. Tapi, hari ini; kita terlenakan dengan kenikmatan itu. Sampai-sampai kita berpikir; ˜ kapan lagi menikmatinya”. Lalu kita mengumbar semua keinginan. Oh, bagaimana sekiranya Tuhan menjadi marah. Marah karena Dia sudah memberi kita nikmat lebih banyak. Namun, bukannya kita menjadi semakin mendekat. Sebaliknya, kita malah menjadi lebih berani menghujat hukum-hukumNya.
Rugi. Bukanlah tentang berapa uang kita yang hilang. Bangkrut. Bukan tentang bisnis yang tumbang. Melainkan tentang gagalnya diri kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah. Manusia. Yang beruntung.
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua untuk mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi amal sholeh kita semua, amin ~(purwanto)

Continue reading untung ato rugi?? pilih sendiri...!!!